Jumat, 18 Juli 2014

SAAT RHOMA IRAMA PUTUSKAN SONETA SUARAKAN DAKWAH ISLAM




artikel asli : merdekacom

Kata dangdut awalnya hanya sebuah olok-olokan sebagai cemoohan dari kelompok 'elite' musik pop dan rock yang ditujukan pada aliran musik Melayu India pada tahun 60-an. Belakangan dangdut kemudian menjadi julukan orkes atau band yang menggunakan gendang bersuara dang-dang-dut, sebelum kemudian berkembang menjadi genre musik tersendiri.

"Kata dangdut seingat saya pertama kali dipakai oleh majalah Aktuil pada awal 1970-an," kata Rhoma Irama dalam artikel Balada Sang Raja Dangdut di Tempo, 2 Mei 2011.

Karena itu, Rhoma membentuk Soneta pada 13 Oktober 1970 dengan menggunakan kata Orkes Melayu, dan bukan Orkes Dangdut. Karena memang istilah dangdut bukan sesuatu yang 'indah'. Kendati musik Melayu juga dianggap sebagai musik kampungan dan pinggiran.

Kelahiran Soneta digambarkan dalam situasi demam musik rock yang mendunia. Rhoma sendiri mengaku mengidolakan Rolling Stones, Led Zeppelin, Deep Purple dan kerap memainkan lagu-lagu keras mereka.

Apalagi jauh sebelum membentuk Soneta, Rhoma pernah memiliki grup Gayhand, Tornado dan Varia Irama Melody. Sehari-hari saat itu melantunkan irama-irama pop, seperti lagu-lagu Pat Boone, Elvis Presley, Everly Brothers, Tom Jones dan Paul Anka. Tidak kaget jika kemudian Rhoma memasukkan napas hard rock dalam komposisi lagu-lagunya.

Pada 1973 muncul peristiwa menarik dan menjadi sejarah penting dalam perjalanan Soneta dan Rhoma Irama. Saat itu, atas nama pimpinan memutuskan OM Soneta resmi membawa misi Islam. Rhoma ingin mengikis kebiasaan bermusik yang identik dengan mabuk-mabukan dan seks bebas. Dia ingin melawan 'akhlak musik setan' yang sudah dianggap biasa oleh para musisi, dengan nilai-nilai religi dan akhlaqul karimah.

"Istilah saya The Voice of Islam. Pada 13 Oktober, saya bilang kepada anggota grup, 'Mulai hari ini, tidak ada lagi yang meninggalkan salat. Tidak ada lagi botol minuman di pentas musik. Yang mau ikut, jabat tangan saya. Yang tidak, silakan keluar!" katanya.

Sempat juga muncul rencana untuk berganti nama menjadi Haji Sembilan, dengan maksud mengabadikan tokoh Walisongo. Tapi rencana itu dibatalkan karena anggota Soneta hanya delapan orang.

Bahkan usai menjalankan ibadah haji pada November 1975, Rhoma semakin mantap menjadikan musiknya sebagai jalan dakwah. Soneta makin gencar membawakan pesan-pesan moral setiap kali konser, meski langkahnya dianggap penghinaan terhadap agama oleh beberapa kalangan.

"Pertama kali saya mengucapkan Assalamualaikum di atas panggung, saya ditimpuki sandal dan batu. Waktu itu tahun 1975, di Ancol, saat perayaan tahun baru," kata Rhoma.

Media juga muncul dengan tulisan-tulisan dengan judul-judul yang menyudutkan namanya, seperti Rhoma Menjual Agama, Rhoma Mendendangkan Al-Quran di Atas Panggung Musik, Rhoma Melecehkan Agama. Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga sempat menyidang dirinya karena membawa-bawa agama dalam musik.

"Sebelum saya naik haji, cara berpakaian saya mengikuti gaya penyanyi rock Amerika dan Inggris, rambut gondrong, celana ketat, kemeja terbuka, dan sepatu bot. Setelah memakai nama Raden Haji Oma Irama, saya muncul dengan dandanan lain. Rambut tidak lagi gondrong, tapi dicukur rapi. Wajah sedikit berjenggot," katanya.

Oleh: Darmadi Sasongko




Rekomendasi Download:

Sobat Bangmu2 sedang membaca postingan yang berjudul SAAT RHOMA IRAMA PUTUSKAN SONETA SUARAKAN DAKWAH ISLAM. Semoga bermanfaat buat sobat Bangmu2... Terimakasih

Arsip Blog

Copyright © Download MP3 | Designed by: TheMasDoyok.Com